Emas dan Perak Lebih Cuan Kalau Dihitung Pakai Rupiah? Anti Nyangkut?
Emas dan Perak Lebih Cuan Kalau Dihitung Pakai Rupiah?
Halo guys, balik lagi. Hari ini Selasa, 3 Februari 2026.
IHSG hari ini sempat roboh di awal perdagangan, tapi akhirnya kembali naik.
Sementara itu, emas dan perak juga mulai bergerak naik lagi hari ini,
rata-rata kenaikan sekitar 5–10%.
Di video kali ini, pembahasan fokus ke satu hal penting:
kenapa emas dan perak sebenarnya jauh lebih cuan kalau dihitung pakai rupiah, bukan dolar.
Kenapa Banyak Orang Takut Emas & Perak?
Selama ini kita sering dengar narasi:
“hati-hati emas dan perak, nanti kejadian seperti tahun 1980 dan 2011 terulang.”
Kalau kita lihat gold price dalam dolar (USD), memang benar:
jika beli di pucuk tahun 2011, investor harus menunggu sekitar 8–9 tahun
baru bisa balik modal, yaitu sekitar tahun 2019–2020.
Masalahnya: emas dan perak itu dihargai dalam dolar di pasar internasional (COMEX),
bukan dalam rupiah.
Efek Rupiah Terhadap Keuntungan
Karena emas dan perak dihargai dalam dolar, maka ada satu faktor besar yang sering diabaikan:
nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Kalau rupiah melemah terhadap dolar, maka harga emas dan perak dalam rupiah
akan naik lebih kencang.
Fakta kerasnya:
Semakin rupiah melemah terhadap dolar, keuntungan emas dan perak dalam rupiah
bisa menjadi double.
Simulasi Harga Emas: 2011 vs Sekarang
1. Dihitung Pakai Dolar
Harga emas di puncak September 2011 sekitar USD 1.800 per ons.
Harga emas saat ini sekitar USD 4.936 per ons.
Artinya, kenaikannya sekitar:
±2,7 kali lipat dalam periode yang sama
2. Dihitung Pakai Rupiah
Harga emas di Indonesia sekitar tahun 2011 berada di kisaran Rp7–14 juta per ons.
Sementara harga emas per 3 Februari 2026 sudah menyentuh sekitar Rp82 juta per ons.
Kalau dihitung konservatif:
Dari Rp14 juta ke Rp82 juta → naik sekitar 5,8 kali lipat
Dalam beberapa perhitungan lain, bahkan bisa tembus di atas 10 kali lipat
Kesimpulan penting:
Dalam periode yang sama, emas naik 2,7x di dolar,
tapi bisa naik 5–11x kalau dihitung dalam rupiah.
Kenapa Ini Bisa Terjadi?
Karena:
Emas dan perak dihargai dalam dolar
Rupiah cenderung melemah dalam jangka panjang
Kombinasi keduanya membuat harga emas dalam rupiah melonjak
Hal yang sama juga berlaku untuk logam lain seperti:
perak, platinum, dan paladium.
Risiko Tetap Ada
Tentu saja, kalau suatu hari rupiah justru menguat drastis ke
Rp8.000 atau Rp6.000 per dolar,
maka emas dan perak dalam rupiah bisa terkoreksi.
Tapi pertanyaannya sederhana:
Dalam 5–10 tahun ke depan, kamu lebih percaya:
1 USD = Rp6.000?
atau 1 USD = Rp20.000?
Pelajaran Penting untuk Investor
Investasi itu soal siap menerima risiko.
Jangan berharap baru masuk langsung hijau.
Mayoritas investor pasti akan melewati fase merah terlebih dulu,
baik di saham, kripto, emas, maupun instrumen lain.
Merah → proses belajar
Hijau → hasil dari kesabaran
Jangan lompat-lompat instrumen hanya karena satu tempat sedang merah.
Itu justru bikin kita kejebak di siklus salah terus.
Penutup
Jadi intinya, narasi “emas bikin nyangkut seperti 2011”
tidak sepenuhnya benar kalau kita menghitungnya dalam rupiah.
Semua kembali ke keyakinan dan manajemen risiko masing-masing.
Yang penting, sadar risiko, siap mental, dan punya strategi.